Sabtu, 19 November 2011

DEFINISI PERADABAN (Peradaban & Kebudayaan Mesir Kuno)


DEFINISI PERADABAN, Definisi  Peradaban Dan Kebudayaan Mesir Kuno

Definisi Peradaban - Selamat datang di blog pribadi saya, ada banyak topik yang tersedia di sini seperti Definisi Peradaban , untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang topik yang terkait dengan Definisi Peradaban, anda dapat melakukan pencarian dengan Google™  Custom Searchdiatas. Berikut adalah topik tentang  Definisi Peradaban
peradaban

Peradaban

Peradaban adalah memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan masyarakat manusia. Seringkali istilah ini digunakan untuk merujuk pada suatu masyarakat yang “kompleks”: dicirikan oleh praktik dalam pertanian, hasil karya dan pemukiman, berbanding dengan budaya lain, anggota-anggota sebuah peradaban akan disusun dalam beragam pembagian kerja yang rumit dalam struktur hirarki sosial.
Terminologi
Istilah peradaban sering digunakan sebagai persamaan yang lebih luas dari istilah “budaya” yang populer dalam kalangan akademis.  Dimana setiap manusia dapat berpartisipasi dalam sebuah budaya, yang dapat diartikan sebagai “seni, adat istiadat, kebiasaan … kepercayaan, nilai, bahan perilaku dan kebiasaan dalam tradisi yang merupakan sebuah cara hidup masyarakat”.  Namun, dalam definisi yang paling banyak digunakan, peradaban adalah istilah deskriptif yang relatif dan kompleks untuk pertanian dan budaya kota. Peradaban dapat dibedakan dari budaya lain oleh kompleksitas dan organisasi sosial dan beragam kegiatan ekonomi dan budaya.
Dalam sebuah pemahaman lama tetapi masih sering dipergunakan adalah istilah “peradaban” dapat digunakan dalam cara sebagai normatif baik dalam konteks sosial di mana rumit dan budaya kota yang dianggap unggul lain “ganas” atau “biadab” budaya, konsep dari “peradaban” digunakan sebagai sinonim untuk “budaya (dan sering moral) Keunggulan dari kelompok tertentu.” Dalam artian yang sama, peradaban dapat berarti “perbaikan pemikiran, tata krama, atau rasa”.  masyarakat yang mempraktikkan pertanian secara intensif; memiliki pembagian kerja; dan kepadatan penduduk yang mencukupi untuk membentuk kota-kota. “Peradaban” dapat juga digunakan dalam konteks luas untuk merujuk pada seluruh atau tingkat pencapaian manusia dan penyebarannya (peradaban manusia atau peradaban global). Istilah peradaban sendiri sebenarnya bisa digunakan sebagai sebuah upaya manusia untuk memakmurkan dirinya dan kehidupannya. Maka, dalam sebuah peradaban pasti tidak akan dilepaskan dari tiga faktor yang menjadi tonggak berdirinya sebuah peradaban. Ketiga faktor tersebut adalah sistem pemerintahan, sistem ekonomi, dan IPTEK.
peradaban adalah memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan masyarakat manusia. Seringkali istilah ini digunakan untuk merujuk pada suatu masyarakat yang “kompleks”: dicirikan oleh praktik dalam pertanian, hasil karya dan pemukiman, berbanding dengan budaya lain, anggota-anggota sebuah peradaban akan disusun dalam beragam pembagian kerja yang rumit dalam struktur hirarki sosial.
Istilah peradaban sering digunakan sebagai persamaan yang lebih luas dari istilah “budaya” yang populer dalam kalangan akademis.  Dimana setiap manusia dapat berpartisipasi dalam sebuah budaya, yang dapat diartikan sebagai “seni, adat istiadat, kebiasaan … kepercayaan, nilai, bahan perilaku dan kebiasaan dalam tradisi yang merupakan sebuah cara hidup masyarakat”.  Namun, dalam definisi yang paling banyak digunakan, peradaban adalah istilah deskriptif yang relatif dan kompleks untuk pertanian dan budaya kota. Peradaban dapat dibedakan dari budaya lain oleh kompleksitas dan organisasi sosial dan beragam kegiatan ekonomi dan budaya.
Dalam sebuah pemahaman lama tetapi masih sering dipergunakan adalah istilah “peradaban” dapat digunakan dalam cara sebagai normatif baik dalam konteks sosial di mana rumit dan budaya kota yang dianggap unggul lain “ganas” atau “biadab” budaya, konsep dari “peradaban” digunakan sebagai sinonim untuk “budaya (dan sering moral) Keunggulan dari kelompok tertentu.” Dalam artian yang sama, peradaban dapat berarti “perbaikan pemikiran, tata krama, atau rasa”.  masyarakat yang mempraktikkan pertanian secara intensif; memiliki pembagian kerja; dan kepadatan penduduk yang mencukupi untuk membentuk kota-kota. “Peradaban” dapat juga digunakan dalam konteks luas untuk merujuk pada seluruh atau tingkat pencapaian manusia dan penyebarannya (peradaban manusia atau peradaban global). Istilah peradaban sendiri sebenarnya bisa digunakan sebagai sebuah upaya manusia untuk memakmurkan dirinya dan kehidupannya. Maka, dalam sebuah peradaban pasti tidak akan dilepaskan dari tiga faktor yang menjadi tonggak berdirinya sebuah peradaban. Ketiga faktor tersebut adalah sistem pemerintahan, sistem ekonomi, dan IPTEK.

Peradaban Sungai Mesir

Beberapa alasan menyebutkan bahwa peradaban kuno biasanya tumbuh dan berkembang dengan sangat pesat di daerah yang berada di sekitar lembah sungai atau pantai. Ini karena sungai dan pantai merupakan prasarana perhubungan dengan bangsa lain, juga sungai dan pantai merupakan sumber kehidupan.
Peradaban sungai Mesir terletak di Lembah Sungai Nil. Bagi bangsa Mesir sungai Nil adalah sumber kehidupan dan pusat perhubungan antarbangsa. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika peradaban Mesir kuno sangat maju dibanding dengan bangsa lain. Beberapa fakta yang menyebutkan bahwa mesir kuno telah memiliki kebudayaan yang tinggi, di antaranya sebagai berikut.
1. Pemerintahan
Bangsa Mesir sudah mengenal bentuk pemerintahan kerajaan. Adalah daerah Mesir Utara yang beribukota Memphis dengan raja Menes, yang pertama kali menjalankan bentuk pemerintahan kerajaan ini.
2. Kepercayaan
Bangsa Mesir percaya pada dewa-dewa (polytheisme). Mereka memuja banyak dewa, dengan Dewa Ra atau Dewa Matahari sebagai dewa tertinggi yang dipuja oleh sebagian besar masyarakat Mesir kuno. Bangsa Mesir juga percaya ada kehidupan baru setelah kematian. Oleh karena itu pada pada waktu pemakaman harta benda yang meninggal akan diikutsertakan.
3. Bangunan
Bangunan bangsa Mesir dengan kemegahan dan misteri yang terkandung di dalamnya sampai saat ini masih bisa dinikmati dan membawa kekaguman tersendiri bagi masyarakat modern. Salah satu bangunan Mesir yang dimaksud tentu saja adalah Piramida. Bangunan dengan bentuk limas ini dibangun sejak dinasti ketiga untuk makam raja-raja Mesir.
4. Seni Patung
Bangsa Mesir meninggalkan seni patung yang sangat mengagumkan dengan ukuran yang besar-besar meskipun saat itu belum ditemukan alat-alat atau teknologi canggih seperti yang dimiliki zaman modern seperti sekarang ini. Seni patung Mesir menggambarkan dewa dewi maupun raja dan keluarganya. Seni patung Mesir berhubungan dengan bangunannya.
5. Seni Lukis
Media lukis yang dipakai Bangsa Mesir kuno adalah papyrus. Lukisan memiliki fungsi sebagai upacara pelengkap kematian atau upacara keagamaan. Bentuk lukisan Bangsa Mesir tidak memiliki perspektif, posisi manusia semuanya dengan posisi menyamping. Selain itu, Bangsa Mesir pun sudah mengenal karya sastra. ini terbukti dengan ditemuannya kitab talkin buatan Bangsa Mesir.
Itulah gambaran umum tentang definisi peradaban dan kebudayaan tinggi bangsa Mesir Kuno.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daftar Blog Saya