Jumat, 08 Juni 2012

Awas, Ancaman Bagi Smartphone Anda


Perkembangan teknologi belakangan telah menggantikan komputer PC dengan ponsel pintar (smartphone) dan tablet. Pasalnya, kedua media yang berbasis Android itu lebih efisien.


Bila dibandingkan dengan PC, dua alat komunikasi dan penyimpanan data itu lebih sederhana, baik bentuk maupun beratnya, juga kegunaannya.

Akan tetapi, bukan berarti ponsel pintar dan tablet tidak bebas dari ancaman. Sama halnya dengan PC yang data dan softwarenya dapat diserang virus, kini ponsel pintar dan tablet mendapatkan ancaman serupa.

Sebenarnya apa saja sih yang disimpan dalam ponsel pintar dan tablet anda? Pasti banyak yang menjawab nomor telepon, alamat keluarga, klien dan teman. Selain itu, pasti ada foto - foto yang penuh kenangan dan file pekerjaan penting lainnya.

Dengan alasan privasi, kebanyakan dari mereka menyimpan data - data itu di ponsel pintar dan tablet. Selain itu, dengan kedua media tersebut, pengguna dapat dengan cepat mengakses data lebih baik dan aman dalam genggaman tangan.

Namun tempat yang mereka pikir teraman ternyata dalam satu jaringan bernama cloud. "Kita namakan cloud karena memang sifatnya seperti awan. Kita tidak tahu sampai mana limitasinya, seberapa besar potensi yang dimilikinya, namun tetap kita gunakan sehari - hari," demikian Bisnis Manager Trend Micro Corporation menjelaskan cloud dalam diskusi di Jakarta, Rabu (30/5).

Semua orang menggunakan cloud untuk membuka Facebook, Twitter, surat elektronik (surel), atau mesin pencari Google. Tanpa disadari, jaringan cloud itu menjadi celah bagi para penjahat dunia maya (hacker) untuk kepentingan pribadi mereka.

Dengan software virus tertentu, mereka menyebarkan virus berbahaya ke program malware ponsel pintar (smartphone) dan tablet. Serangan virus tersebut akan membuat ponsel mati atau mengambil data pribadi yang ada di dalam gadget itu. Bila terjadi, hal itu tentunya mimpi buruk, terutama bagi yang menyimpan semua data, mulai data pribadi hingga pekerjaan di dalam ponsel atau tablet yang diserang.

Tidak hanya menyerang program malware dan mencuri data, para penyerang dapat mengambil alih nomor pribadi pengguna melalui cip yang serupa dengan kartu SIM.

Dengan demikian, pemilik asli nomor tersebut akan menerima tagihan dari tempat yang tidak yang tidak pernah dihubungi, seperti Sri Lanka, Siberia, bahkan Greenland. Bila bukan tagihan yang membengkak, anda akan kehilangan pulsa.

Namun, kasus terparah yakni para hacker dapat mengakses rekening pribadi milik ponsel pintar atau tablet yang mereka retas. Pasalnya, sebagian orang menyimpan nomor PIN dan rekening pribadi di dalam ponsel.

Gambaran itu bukan omong kosong belaka. Sebagaimana dikemukakan Trend Micro, ada sekitar 5000 aplikasi android berbahaya di kuartal pertama tahun ini. Pernyataan tersebut disampaikan Myla Pilao, Direktur Komunikasi Pemasaran Trend Micro Labs yang berpusat di Filiphina. Trend Labs sendiri mengungkapkan paling tidak 17 dari 5000 aplikasi berbahaya tersebut ternyata berada dalam playgoogle dan telah diunduh sebanyak lebih dari 700 ribu kali.

"Salah satu aplikasi dari 17 aplikasi berbahaya tersebut diidentifikasi bukan sebagai virus malware, melainkan aplikasi pengintai," jelas Pilao.

Selain aplikasi berbahaya, hasil penelitian mereka mengidentifikasi berbagai program black hole dalam bentuk spam yang mengatasnamakan facebook, US Airways, USPS dan Careerbuilder. Aplikasi spam itu dimaksudkan untuk mengelabui para pengguna agar mengakses halaman tertentu. Bila pengguna terjebak, program Adobe, Java, Windows, dan piranti lunak miliknya akan bisa dieksploitasi secara leluasa, baik untuk malware maupun pencurian informasi pribadi.

Norton juga mengidentifikasikan salah satu aplikasi Android palsu yang berbahaya. Salah satunya berkedok program permainan favorit banyak orang, Angry Birds. Beberapa versi palsu permainan keluaran Ravio Entertainment Ltd ini beredar di Google Play Store. Bila diunduh dan dimainkan dengan melalui ponsel pintar (smartphone) atau tablet, akan muncul iklan yang datang terus - menerus di layar penggunanya. Bukan sekedar iklan, semakin di klik iklan itu semakin membuka jalan hacker mencuri berbagai informasi penting dalam ponsel pintar atau tablet yang dipakai saat itu.

Maraknya ancaman dari para hacker membuat beberapa perusahaan antivirus melihat itu sebagai pangsa pasar yang potensial. Mereka menawarkan perlindungan pada piranti lunak. Norton by Symantec dan Trend Micro belakangan mengeluarkan produk antivirus khusus untuk ponsel pintar dan tablet. Beberapa program perlindungan yang ditawarkan termasuk back-up yang tersimpan dalam bank data mereka.

"Tentu saja belakangan pengamanan mobile device ini sangat penting dilakukan mengingat saat ini hampir semua orang menggunakan ponsel dan tablet untuk bekerja dan menyimpan data - data pribadi. Kami pun menjamin keamanan data pelanggan yang kami simpan," ujar Jason Mok, Consumer Sales Manager Norton by Symantec untuk Indonesia, Thailand dan Malaysia.

Solusi yang ditawarkan Symantec ini bernama Norton Mobile Security. Tak hanya memback-up data, software pengaman ini mampu mendeteksi data atau program sebelum diunduh. Itu memungkinkan pengguna mengetahui suatu program berbahaya atau tidak bagi peralatan komunikasinya. Trend Micro sendiri hadir dengan dua program unggulan yang berfungsi serupa Norton Mobile Security, yakni Trend Micro Secure Cloud dan Secure Micro Deep Security.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daftar Blog Saya